Cafe & Gaya Kerja

5 Cafe Legendaris dan Jadul di Jogja, Nostalgia Kental

5 Cafe Legendaris dan Jadul di Jogja, Nostalgia Kental
Jawaban Singkat

5 cafe legendaris di Jogja: Kedai Djoen (sejak 1935), Angkringan Lik Man (sejak 1950-an), Blandongan (pionir warkop Jogja), Dasawarsa Coffee Roasters (bangunan sejak 1960-an), dan Warung Kopi Klotok milik Bu Yani.

Foto sampul: Ilustrasi interior kafe bergaya vintage — foto dari Pexels.

Di tengah menjamurnya cafe kekinian dengan desain minimalis yang seragam, Jogja masih menyimpan beberapa kafe legendaris yang justru mengandalkan suasana jadul penuh nostalgia. Beberapa bahkan sudah berdiri hampir satu abad dan tetap konsisten ramai pengunjung.

Berikut 5 cafe legendaris dan jadul di Jogja yang wajib kamu kunjungi kalau ingin merasakan suasana tempo dulu.

1. Kedai Djoen

Berlokasi di kawasan Malioboro, Kedai Djoen tercatat sebagai kedai kopi sekaligus toko roti legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1935 — hampir 90 tahun lamanya. Suasana bangunan tuanya masih terjaga, jadi spot yang pas buat menikmati kopi sambil merasakan atmosfer Malioboro tempo dulu.

2. Angkringan Lik Man

Dikenal sebagai angkringan kopi jos pertama di Jogja, Angkringan Lik Man sudah ada sejak era 1950-an, digagas oleh Prawira asal Klaten. Usaha ini kemudian diteruskan oleh Lik Man sejak tahun 1968 setelah sempat vakum beberapa tahun.

Falisha Laundry | Siap pickup kurang dari 29 menit

Order via Whatsapp

3. Blandongan

Blandongan dikenal sebagai salah satu pionir warkop mahasiswa di Jogja, dirintis oleh Badrun sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Suasananya khas warkop lawas yang jadi tempat nongkrong lintas generasi mahasiswa Jogja.

4. Dasawarsa Coffee Roasters

Menempati bangunan tua yang sudah ada sejak era 1960-an, Dasawarsa Coffee Roasters memadukan suasana klasik dengan sajian kopi racikan modern. Cocok buat kamu yang suka nongkrong lama sambil menikmati suasana bangunan bersejarah. Selesai nongkrong dan baju kena tumpahan kopi, gampang saja titip ke Falisha Laundry yang bisa jemput cepat.

Ilustrasi interior kafe vintage dengan furnitur kayu dan bunga putih
Ilustrasi interior kafe bergaya vintage, bukan foto properti spesifik. Foto: Pexels.

5. Warung Kopi Klotok

Milik Bu Yani, Warung Kopi Klotok jadi viral dalam setahun terakhir berkat suasana pedesaan yang asri dan menu sego megono serta kopi tubruk khasnya. Meski tergolong baru viral, konsep dan suasananya tetap kental nuansa jadul ala warung kampung.

Nostalgia yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kekinian

Kelima kafe di atas membuktikan bahwa suasana jadul tetap punya tempat tersendiri di hati warga maupun wisatawan Jogja. Jam operasional dan menu bisa berubah sewaktu-waktu, jadi ada baiknya cek dulu sebelum berkunjung. Habis nongkrong lama dan baju kena bau asap arang atau kopi, serahkan saja ke Falisha Laundry yang siap pickup kurang dari 29 menit di seluruh Jogja.

Pertanyaan Seputar 5 Cafe Legendaris dan Jadul di Jogja, Nostalgia Kental

Kafe mana yang paling tua di Jogja?
Kedai Djoen di kawasan Malioboro tercatat sebagai kedai kopi dan toko roti legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1935, menjadikannya salah satu yang tertua di Jogja.
Apa bedanya angkringan dengan cafe biasa?
Angkringan seperti Lik Man menyajikan menu sederhana ala kaki lima dengan harga sangat terjangkau dan suasana lesehan, berbeda dari cafe modern yang biasanya punya menu kopi kekinian dan tempat duduk indoor ber-AC.
Apakah tempat-tempat ini masih ramai sampai sekarang?
Ya, kelimanya masih aktif beroperasi dan justru jadi daya tarik tersendiri karena suasana nostalgianya, beberapa bahkan makin populer setelah viral di media sosial.
Amel
Anak kos yang paham rasanya kejar deadline tugas dan kerja di Jogja, hobi cafe hopping.

Artikel Terkait

Falisha Laundry | Siap pickup kurang dari 29 menit

Order via Whatsapp