6 Wisata Religi di Jogja yang Syahdu untuk Ziarah Keluarga
Wisata religi di Jogja mencakup Masjid Gedhe Kauman yang dibangun tahun 1773, Makam Raja-Raja Imogiri dengan 409 anak tangga, Gereja Ganjuran berarsitektur candi sejak 1924, Goa Maria Sendangsono di Kulon Progo, Klenteng Poncowinatan yang berdiri sejak 1879 sebagai klenteng tertua di Jogja, sampai Masjid Kotagede peninggalan Mataram tahun 1586.
Foto sampul: Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta — foto dari Wikimedia Commons (kontributor: Anggitdp97, CC BY-SA 4.0).
Kalau kamu sedang mencari wisata religi di jogja, daftar berikut ini bisa jadi referensi paling pas. Selain wisata alam dan kuliner, Jogja juga menyimpan banyak tempat bersejarah dan spiritual yang cocok diisi liburan dengan suasana lebih tenang. Beberapa di antaranya sudah berdiri ratusan tahun dan masih aktif digunakan sampai sekarang.
Buat keluarga yang ingin ziarah sambil belajar sejarah, berikut enam wisata religi di Jogja yang bisa dimasukkan ke rencana perjalanan, lengkap dengan tahun berdiri dan hal-hal yang perlu disiapkan sebelum berkunjung.
1. Masjid Gedhe Kauman, Dibangun Tahun 1773
Masjid Gedhe Kauman didirikan Sultan Hamengkubuwono I pada 1773, hanya berselang 18 tahun setelah Keraton Yogyakarta berdiri, dengan serambi yang diperluas pada 1775 seiring bertambahnya jemaah. Arsitekturnya bergaya Jawa klasik beratap tumpang tiga yang disebut Tajug Lambang Teplok, dan lokasinya persis di sisi barat Alun-Alun Utara, dekat Keraton.

- Google Maps: Lihat lokasi
- Instagram: @mesjidgedhe_official
2. Makam Raja-Raja Imogiri
Kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri cuma buka tiga hari dalam seminggu: Senin dan Minggu pukul 10.00-13.00, serta Jumat pukul 13.00-16.00. Untuk sampai ke area makam utama, peziarah perlu menaiki 409 anak tangga, dan di zona inti ada aturan wajib memakai busana adat Jawa — beskap, jarik, dan blangkon untuk pria, kebaya dan jarik untuk perempuan, tanpa perhiasan emas.
- Google Maps: Lihat lokasi
Falisha Laundry | Siap pickup kurang dari 29 menit
Order via Whatsapp3. Gereja Ganjuran dengan Arsitektur Bergaya Candi
Gereja Ganjuran di Bantul dibangun keluarga Schmutzer dan selesai pada 16 April 1924 sebagai gereja Katolik pertama di Bantul. Tiga tahun kemudian, dibangun Candi Hati Kudus Yesus di halamannya yang memadukan gaya Jawa, Eropa, dan Hindu — jadi tempat ziarah yang terbuka untuk umum dari berbagai latar belakang, buka setiap hari sekitar pukul 06.00 sampai tengah malam.

- Google Maps: Lihat lokasi
- Instagram: @gerejaganjuran
4. Goa Maria Sendangsono
Sendangsono di Kalibawang, Kulon Progo, resmi jadi tempat ziarah sejak 8 Desember 1929, menyusul pembaptisan 171 warga setempat oleh Romo van Lith seperempat abad sebelumnya. Suasananya asri dengan mata air alami dan gua kecil pusat doa, dan biasanya paling ramai dikunjungi peziarah pada bulan Mei dan Oktober.
- Google Maps: Lihat lokasi
- Instagram: @sendangsono_official
5. Klenteng Poncowinatan, Klenteng Tertua di Jogja
Klenteng Poncowinatan, atau dikenal juga sebagai Kwan Tee Kiong, berdiri sejak 1879 di atas tanah hibah Sultan Hamengkubuwono VII untuk warga Tionghoa, menjadikannya klenteng tertua di Yogyakarta. Uniknya, bangunan ini sengaja dibangun menghadap selatan ke arah Keraton sebagai bentuk penghormatan, dan makin semarak saat Imlek maupun perayaan ulang tahunnya tiap 24 Juni.
- Google Maps: Lihat lokasi
6. Masjid Agung Kotagede dan Makam Raja Mataram
Kotagede tidak cuma terkenal dengan kerajinan peraknya, tapi juga menyimpan Masjid Gedhe Mataram yang dibangun Panembahan Senopati sejak 1586, menjadikannya masjid tertua di Yogyakarta. Di sebelah selatannya berdiri kompleks Makam Raja Mataram yang menyimpan pusara Panembahan Senopati sendiri hingga Sultan Hamengkubuwono II. Karena banyak berjalan kaki menyusuri gang berdebu di kawasan tua ini, baju gampang kotor, tinggal titipkan ke Falisha Laundry sepulang ziarah supaya nggak perlu nyuci sendiri malam itu juga.
- Google Maps: Lihat lokasi
- Instagram: @masjid.gedhe.mataram
Ziarah Tenang, Urusan Rumah Tetap Terkendali
Wisata religi di Jogja menawarkan cara berbeda untuk mengisi liburan sekaligus jadi momen merenung bareng keluarga di tengah kesibukan. Supaya waktu istirahat sepulang ziarah nggak habis buat mencuci baju, serahkan saja pada Falisha Laundry yang siap pickup kurang dari 29 menit di seluruh Jogja.


